Total Pageviews

Dec 7, 2009

Nikah (lagi-lagi)

Menikah bukan sekedar mencari kebahagiaan, mencari belahan jiwa, mencari pelindung, melestarikan keturunan. Tapi menikah adalah untuk menggenapkan setengah agama, mengikuti sunnah Rasulullah, dan sarana beribadah kepadaNya.

Mendapatkan kebahagiaan, belahan jiwa, pelindung, maupun keturunan bisa kita dapatkan tanpa harus menikah. Tapi menggenapkan setengah agama, mengikuti sunnah Rasulullah dan sekaligus beribadah kepadaNya, hanya dapat kita lakukan dengan menikah.

Benar bahwa menikah adalah perkara hati, harus melibatkan rasa cinta, paling tidak bisa kita jamin bahwa kita (akan) mencintai pasangan kita, at least setelah menikah. Tapi tak lantas membuat kita mengangan-angankan menikah dengan orang yang kita cintai. Karena sesungguhnya jodoh kita telah dipilihkanNya. Siapa dia, pertemuan dengannya, waktu, tempat, dan detil caranya pun sudah ditulisnya. Cukup kita percayai Dia, bahwa yang Dia pilihkan untuk kita adalah benar-benar yang terbaik untuk kita menurutNya. Bahwa tidak ada istilah 'salah pilih' setelah akad nikah selesai diucapkan. Bahwa berprasangka baik adalah 'proper manner' sebagai seorang hamba.

Karena kita juga harus berkaca pada pasangan kita kelak. Sebaik apakah kita hingga tak bersyukur dengan pasangan yang sudah dipilihNya? Sesungguhnya jodoh kita adalah satu paket kado dariNya. Tak sempurna ia seperti tak sempurna juga kita. Karenanyalah dijodohkan kita, Untuk saling melengkapi, untuk saling memperbaiki, untuk saling mendukung, beribadah padaNya. Untuk menggenapkan setengah agama kita.

Jadi, mari berprasangka baik padaNya. Bahwa Ia akan memberikan jodoh yang terbaik untuk kita, mempertemukan kita dengan cara dan waktu yang terbaik menurutNya untuk kita. Dan bersabarlah hingga saat itu tiba,,,

*sebenernya saya ingin posting dalam bahasa inggris, tapi lebih enak pake bahasa indonesia,,,^^v

No comments:

Post a Comment