Selalu, nyaris tak pernah tidak. Dimanapun aku menginjakkan kaki pertama kali, pasti tersesat. Pernah waktu SD, bersepeda sore dengan sepupu-sepupuku. Aku dikerjain, disuruh duluan dan mengayuh sepedaku cepat-cepat. Bodohnya aku selalu menuruti mereka, bahkan setelah berulangkali dikerjain. Kukayuh sepedaku cepat-cepat, mencapai tujuan yang telah mereka tunjukkan. Saat menengok ke belakang, olala...sial...tak tampak satupun batang sepeda sepupu-sepupuku,,,sebal....ditambah lagi, aku tak tahu ada di mana...(padahal masih di sekitar kampungku juga..)@#$$#@$%#$!!#
Waktu SMP, aku pernah tersesat, waktu naik angkot yang salah. Untung segera menyadari dan me'revisi' tujuan ke jalan yang benar. Hanya saja sedikit telat sadarnya, jadi musti jalan beberapa ratus meter untuk menemukan angkot yang benar. Pernah juga, habis main ke rumah teman, kembali menaiki angkot yang salah. Kali ini sangat telat menyadari,,,sampai di pool angkot dan masi ga ngeh,,,untuk mamangnya baik, jadi bisa kembali ke jalan yang benar...
Waktu SMA, kayaknya ga pernah tersesat...soalnya jarang kemana-mana...sibuk tidurrr...
Pas kuliah, wah...berkali-kali salah naik angkot, bis, atopun tersesat. Pernah sampe bikin susah temen, pernah sampe bikin telat buka puasa, pernah sampe bikin telat datang ke acara penting (yang ini berkali-kali ^^'), pernah sampe bikin bergonta-ganti angkot dan tetep ga nyampe-nyampe tujuan, pernah sampe bikin saya berjalan muterin tempat yang sama berulang kali sampai gempor rasanya kaki ini...bikin pusing,,,Beberapa hari yang lalupun, saya masih juga tersesat...nyasar...beberapa ratus meter yang membuat saya harus berjalan kelelahan di bawah terik matahari selama satu jam....
Kemampuan spasial dan memori saya memang payahhh....
Dan entah mengapa saya tak pernah bisa belajar dari kesalahan kalo soal sesat-tersesat yang menyesatkan ini...
Total Pageviews
Oct 19, 2009
Karena Aku Manusia
Karena aku manusia, aku pernah jatuh
Karena aku manusia, aku pernah terperdaya
Karena aku manusia, aku pernah terlena
Karena aku manusia, aku pernah berdosa
Dan karena aku manusia, akupun bangkit
Karena aku manusia, akupun sadar
Karena aku manusia, akupun bertaubat
Karena aku punya Allah
Yang akan menjagaku setiap saat
Yang akan mengingatkanku setiap waktu
Yang akan melindungiku sepanjang hidupku
Dan yang selalu menerima taubatku dan keluh kesahku
Meski tak terhitung kesalahan itu
Berulangkali terulang dalam hidupku
Allah, kutitipkan jiwa ini padaMu
Kupersembahkan cinta yang masih belum sempurna ini untukMu
Kuatkan hambaMu ini dalam tatih-tatih langkah rapuhnya
Sabarkan hambaMu ini dalam lemah imannya
Ridhoilah hambaMu ini dalam ketaksempurnaannya
Ampunilah hambaMu ini dengan segala kesalahannya
Ajari hamba cinta...Duhai Pemilik Cinta....
Karena aku manusia, aku pernah terperdaya
Karena aku manusia, aku pernah terlena
Karena aku manusia, aku pernah berdosa
Dan karena aku manusia, akupun bangkit
Karena aku manusia, akupun sadar
Karena aku manusia, akupun bertaubat
Karena aku punya Allah
Yang akan menjagaku setiap saat
Yang akan mengingatkanku setiap waktu
Yang akan melindungiku sepanjang hidupku
Dan yang selalu menerima taubatku dan keluh kesahku
Meski tak terhitung kesalahan itu
Berulangkali terulang dalam hidupku
Allah, kutitipkan jiwa ini padaMu
Kupersembahkan cinta yang masih belum sempurna ini untukMu
Kuatkan hambaMu ini dalam tatih-tatih langkah rapuhnya
Sabarkan hambaMu ini dalam lemah imannya
Ridhoilah hambaMu ini dalam ketaksempurnaannya
Ampunilah hambaMu ini dengan segala kesalahannya
Ajari hamba cinta...Duhai Pemilik Cinta....
Oct 18, 2009
Untuk Seseorang
Kepada seseorang yang telah disiapkan Allah untuk membimbingku dan keluarga kami kelak,,,
Aku tak pernah tahu siapa dirimu, dimana tempatmu, dari mana asalmu,,
Tidak sampai saat itu tiba...
Aku hanya memohon padaNya, kamu adalah pilihan terbaik dariNya untukku, yang telah dituliskan dalam takdir hidupku, yang mencintaiNya diatas segalanya, dan pelindung keluarga dari api neraka...
Aku hanya memohon padaNya, agar benang merah yang telah diikatkanNya pada kita takkan pernah terputus, dari perjodohan kita saat ruh kita ditiupkan, sampai kelak di surga kita dikumpulkan...
Aku hanya memohon padaNya, untuk disabarkan hati-hati kita, untuk diistiqomahkan di jalanNya, untuk disucikan dari sekedar nafsu dunia...
Bersabarlah,,,sampai saat itu tiba,,,,maka akupun bersabar di sini...
Kita tak saling menunggu, karena waktu itu telah direncanakanNya
Tak perlu menunggu...
Kita hanya perlu bersabar...
Karena menunggu hanya akan membuat hati kita cemas, karena menunggu hanya akan membuat kita salah berharap...
Tapi bersabar akan membuat hati kita tenang, sampai masa itu tiba...
Sampai bertemu di saat itu....
Saat terindah yang dihadiahkan Allah untuk kita...
Aku tak pernah tahu siapa dirimu, dimana tempatmu, dari mana asalmu,,
Tidak sampai saat itu tiba...
Aku hanya memohon padaNya, kamu adalah pilihan terbaik dariNya untukku, yang telah dituliskan dalam takdir hidupku, yang mencintaiNya diatas segalanya, dan pelindung keluarga dari api neraka...
Aku hanya memohon padaNya, agar benang merah yang telah diikatkanNya pada kita takkan pernah terputus, dari perjodohan kita saat ruh kita ditiupkan, sampai kelak di surga kita dikumpulkan...
Aku hanya memohon padaNya, untuk disabarkan hati-hati kita, untuk diistiqomahkan di jalanNya, untuk disucikan dari sekedar nafsu dunia...
Bersabarlah,,,sampai saat itu tiba,,,,maka akupun bersabar di sini...
Kita tak saling menunggu, karena waktu itu telah direncanakanNya
Tak perlu menunggu...
Kita hanya perlu bersabar...
Karena menunggu hanya akan membuat hati kita cemas, karena menunggu hanya akan membuat kita salah berharap...
Tapi bersabar akan membuat hati kita tenang, sampai masa itu tiba...
Sampai bertemu di saat itu....
Saat terindah yang dihadiahkan Allah untuk kita...
Target Menikah
Aku tak punya target menikah. Bukannya tak pernah menargetkan kapan mau menikah, I had it, but not now. Dulu,,,,,sekali pernah menargetkan kapan mau menikah,umur sekian, tahun sekian. Tapi setelah berpikir jauh, mulai bertanya-tanya : untuk apa punya target tertentu tahun pernikahan sementara waktu itu telah dituliskan dalam skenario hidupku? Dia akan tiba di waktu yang paling tepat, dengan orang yang paling tepat, yang khusus dipilihkan Allah untuk jadi imamku,,,
Tidak punya target menikah bukan berarti tidak berikhtiar. Segalanya memang harus diikhtiarkan. Tidak punya target menikah berarti aku siap kapanpun Allah pertemukan dengan belahan jiwaku, aku tak perlu merasa terburu-buru ataupun bersantai-santai, dan akupun tak merasa perlu menyisihkan mimpi-mimpiku untuk satu target itu. Just go ahead! Dia seperti siklus hidup yang tak perlu ditargetkan; lahir, dewasa, menikah, punya anak, dan mati. Sesuatu yang sudah digariskan, bukan?
Jadi jangan tanya saya kapan saya (berencana) menikah, tanya saja pada Allah, Dia Sang Pemilik Keputusan,,,
Tidak punya target menikah bukan berarti tidak berikhtiar. Segalanya memang harus diikhtiarkan. Tidak punya target menikah berarti aku siap kapanpun Allah pertemukan dengan belahan jiwaku, aku tak perlu merasa terburu-buru ataupun bersantai-santai, dan akupun tak merasa perlu menyisihkan mimpi-mimpiku untuk satu target itu. Just go ahead! Dia seperti siklus hidup yang tak perlu ditargetkan; lahir, dewasa, menikah, punya anak, dan mati. Sesuatu yang sudah digariskan, bukan?
Jadi jangan tanya saya kapan saya (berencana) menikah, tanya saja pada Allah, Dia Sang Pemilik Keputusan,,,
Oct 4, 2009
My 3rd Day
Several facts about this country :
1. Kirain di negri ini ga ada sampah yang dibuang sembarangan. Ternyata ada bo'...ga banyak sih, tapi ada!
2. Kirain semua penduduk di negri ini patuh ama peraturan lalu lintas. Ternyata ga juga. Beberapa ada yang nyelonong nyebrang jalan padahal sign buar menyebrang masi merah.
3. Ada juga bus yang telat, lumayan sih,,,10 menitan. Kirain dulu semua kendaraan tepat waktu. Tapi tetep ga separah di negriku, bisa berjam-jam,,,
4. Susah kayanya jadi penjahat di sini. Foto penjahat terpampang dimana-mana. Cara cepat buat terkenal tampaknya.... Tapi orang sini sembrono, ga ada ceritanya tas dikempit kalo naik turun kendaraan ato berdesakan. Beberapa malah enjoy dengan tas masi terbuka. Coba kaya gitu di negriku, pasti langsung disikat maling...
5. Teknologi negri ini emang canggih. Semua serba mesin dan otomatis. Bahkan sampe urusan WC sekalipun. Penderitaan awal bagi orang katrok dan ndeso yang gaptek dan ga ngerti sama sekali tulisan dan bahasa khas negri ini....penderitaan lahir batin...
6. Di sini serasa di kampung artis. Semua orang berdandan ala artis. Padahal ini kota kecil lo... Positifnya, ga bakal banyak yang heran kalo penampilan kita juga beda dari kebanyakan orang. Karena individualistisnya tinggi, penghargaan terhadap privasi juga tinggi, I thought...
7. For my first time in my life, hepi liat orang berwajah bule, melayu, ato negro....merasa mendapatkan teman senasip...
1. Kirain di negri ini ga ada sampah yang dibuang sembarangan. Ternyata ada bo'...ga banyak sih, tapi ada!
2. Kirain semua penduduk di negri ini patuh ama peraturan lalu lintas. Ternyata ga juga. Beberapa ada yang nyelonong nyebrang jalan padahal sign buar menyebrang masi merah.
3. Ada juga bus yang telat, lumayan sih,,,10 menitan. Kirain dulu semua kendaraan tepat waktu. Tapi tetep ga separah di negriku, bisa berjam-jam,,,
4. Susah kayanya jadi penjahat di sini. Foto penjahat terpampang dimana-mana. Cara cepat buat terkenal tampaknya.... Tapi orang sini sembrono, ga ada ceritanya tas dikempit kalo naik turun kendaraan ato berdesakan. Beberapa malah enjoy dengan tas masi terbuka. Coba kaya gitu di negriku, pasti langsung disikat maling...
5. Teknologi negri ini emang canggih. Semua serba mesin dan otomatis. Bahkan sampe urusan WC sekalipun. Penderitaan awal bagi orang katrok dan ndeso yang gaptek dan ga ngerti sama sekali tulisan dan bahasa khas negri ini....penderitaan lahir batin...
6. Di sini serasa di kampung artis. Semua orang berdandan ala artis. Padahal ini kota kecil lo... Positifnya, ga bakal banyak yang heran kalo penampilan kita juga beda dari kebanyakan orang. Karena individualistisnya tinggi, penghargaan terhadap privasi juga tinggi, I thought...
7. For my first time in my life, hepi liat orang berwajah bule, melayu, ato negro....merasa mendapatkan teman senasip...
My 2nd Day
Negriku dulu berkonflik dengan negara ini. Dijajah dengan waktu yang tak berapa lama, namun dengan penderitaan yang masih tersisa. Aku tak pernah bisa membayangkan lebih dari apa yang diceritakan oleh 'orang-orang dulu' dan buku pelajaran sejarah. Tapi disinilah aku kini. Merasa terasing dan kesepian awalnya. Namun sapaan hangat mereka, kesopanan mereka, dan bantuan mereka yang membuatku merasa sangat nyaman. Orang pertama yang menawarkan bantuan padaku, yang menyapaku, dan memanggilku dengan sapaan akrab, adalah mereka.
Negriku juga kurang baik hubungannya dengan negri ini. Lebih tepatnya, negri ini banyak di demo di negriku. Tentu saja karena kabijakan luar negrinya yang 'ngga asik'. Banyak melanggar peri kemanusiaan, mendiskreditkan golongan tertentu, dan mendukung pencaplokan. Tapi orang pertama yang bisa denan lancar berkomunikasi denganku, yang dengan hangat menawarkan bantuan padaku, dan care dengan kekhawatiranku menjalani kehidupan di sini adalah mereka, lebih tepatnya dia. She is a very nice person. Ngobrol dengannya membuatku merasa nyaman, tak lagi buta-tuli-bisu di negri asing.
Negriku sedang berkonflik dengan negri ini. Masalah perbatasan, kebudayaan, dan warga negara.Tiga hal pemicu memburuknya hubungan diplomatik kedua negara. Di Indonesia aku sangat geram dengan tiga masalah itu. Tapi di sini, di negri asing ini....Orang pertama yang sangat kurepotkan adalah mereka. Yang menyambutku bak teman lama adalah mereka. Yang menampungku seperti saudara adalah mereka. Yah, tak baik menggeneralisir masalah. Biarkan masa lalu menempati jamannya sendiri. Jadikan sebagai pelajaran. Dan kini, bahagia aku menjadi saudara mereka dengan alasan masing-masing.
Allah, mudahkanlah segala urusan hamba, mudahkanlah hamba beribadah, hidup sehari-hari dan berteman, serta menyelesaikan segala kewajiban hamba di sini.....amin.
Negriku juga kurang baik hubungannya dengan negri ini. Lebih tepatnya, negri ini banyak di demo di negriku. Tentu saja karena kabijakan luar negrinya yang 'ngga asik'. Banyak melanggar peri kemanusiaan, mendiskreditkan golongan tertentu, dan mendukung pencaplokan. Tapi orang pertama yang bisa denan lancar berkomunikasi denganku, yang dengan hangat menawarkan bantuan padaku, dan care dengan kekhawatiranku menjalani kehidupan di sini adalah mereka, lebih tepatnya dia. She is a very nice person. Ngobrol dengannya membuatku merasa nyaman, tak lagi buta-tuli-bisu di negri asing.
Negriku sedang berkonflik dengan negri ini. Masalah perbatasan, kebudayaan, dan warga negara.Tiga hal pemicu memburuknya hubungan diplomatik kedua negara. Di Indonesia aku sangat geram dengan tiga masalah itu. Tapi di sini, di negri asing ini....Orang pertama yang sangat kurepotkan adalah mereka. Yang menyambutku bak teman lama adalah mereka. Yang menampungku seperti saudara adalah mereka. Yah, tak baik menggeneralisir masalah. Biarkan masa lalu menempati jamannya sendiri. Jadikan sebagai pelajaran. Dan kini, bahagia aku menjadi saudara mereka dengan alasan masing-masing.
Allah, mudahkanlah segala urusan hamba, mudahkanlah hamba beribadah, hidup sehari-hari dan berteman, serta menyelesaikan segala kewajiban hamba di sini.....amin.
My First Day
Namanya Margareth. Nice person. Ketemu di Cengkareng, tak lebih dari 15 menit. Cukup singkat, tapi berkesan. Gayanya casual, santai leyeh-leyeh di kursi ruang tunggu di depan sebuah kafe. Siapa sangka dia adalah seorang Doktor. Sedang menunggu penerbangan berikutnya ke Bali untuk menghabiskan liburannya. Sendirian. Dimana keluarganya? Tak sopan tampaknya bila aku bertanya demikian. mungkin dia memang memilih untuk sendiri. Liburan sendiri kemanapun dia ingin. Aku salut padanya. Aku takkan bisa hidup senditi. Sungguh!
Perempuan itu cukup tua, mungkin lebih dari 60 tahun. Sudah sulit berjalan. Masuk ruang tunggu dengan bantuan dua orang petugas, menggunakan kursi roda. Tujuannya adalah Korea. Hm, kalau dilihat dari penampilannya, dia sungguh kaya. Bajunya glamour dengan perhiasan yang cukup mencolok. Tapi dia sendirian... Sendirian bepergian jauh, sendirian menunggu pesawat. Mungkin dia ke bandara dengan diatar keluarganya, dan akan dijemput juga oleh keluarganya di Korea sana. Mungkin juga dia memang sendiri, diantar supir dan dijemput supir, karena anak-anaknya sibuk bekerja dan suaminya sudah meninggal dunia. Aku salut dengan kemandiriannya. Tapi aku tak ingin sendirian....
Perempuan-perempuan itu sungguh cantik, tampak pintar, berkepribadian menarik, dan berpenampilan luar biasa. Brain, beauty, behaviour yang jadi slogan miss Universe menjadi tiga hal yang mereka miliki. Dan pesawat ini adalah catwalk mereka. Bisa banyak bahasa, berwawasan luas, bisa berkunjung ke banyak negara. Mereka sunggur beruntung di dunia ini. Mungkin ada liburan beberapa minggu dalam setahun. Penghasilannya juga pasti banyak. Tapi aku tak ingin bekerja jauh dengan meninggalkan keluargaku. Aku tak mau kesepian!
Karena sekarang aku di sini. Ribuan kilometer jauhnya dari negriku, tumpah darahku. Tempat aku menaruh hatiku, permataku, dan cintaku. Tempat pertama aku mengenal Tuhan, kebenaran, perjuangan, kesabaran, kasih sayang, dan keluarga. Tempat pertama kalinya aku mengenal cinta dan monyet, tempat pertama kalinya aku menangis dan tertawa. Tempat pertama kalinya aku menghirup udara dunia, dan kuharap menjadi tempat terakhir kalinya aku menghirup udara dunia.Tempat yang selalu kurindukan dimanapun aku berada...
Perempuan itu cukup tua, mungkin lebih dari 60 tahun. Sudah sulit berjalan. Masuk ruang tunggu dengan bantuan dua orang petugas, menggunakan kursi roda. Tujuannya adalah Korea. Hm, kalau dilihat dari penampilannya, dia sungguh kaya. Bajunya glamour dengan perhiasan yang cukup mencolok. Tapi dia sendirian... Sendirian bepergian jauh, sendirian menunggu pesawat. Mungkin dia ke bandara dengan diatar keluarganya, dan akan dijemput juga oleh keluarganya di Korea sana. Mungkin juga dia memang sendiri, diantar supir dan dijemput supir, karena anak-anaknya sibuk bekerja dan suaminya sudah meninggal dunia. Aku salut dengan kemandiriannya. Tapi aku tak ingin sendirian....
Perempuan-perempuan itu sungguh cantik, tampak pintar, berkepribadian menarik, dan berpenampilan luar biasa. Brain, beauty, behaviour yang jadi slogan miss Universe menjadi tiga hal yang mereka miliki. Dan pesawat ini adalah catwalk mereka. Bisa banyak bahasa, berwawasan luas, bisa berkunjung ke banyak negara. Mereka sunggur beruntung di dunia ini. Mungkin ada liburan beberapa minggu dalam setahun. Penghasilannya juga pasti banyak. Tapi aku tak ingin bekerja jauh dengan meninggalkan keluargaku. Aku tak mau kesepian!
Karena sekarang aku di sini. Ribuan kilometer jauhnya dari negriku, tumpah darahku. Tempat aku menaruh hatiku, permataku, dan cintaku. Tempat pertama aku mengenal Tuhan, kebenaran, perjuangan, kesabaran, kasih sayang, dan keluarga. Tempat pertama kalinya aku mengenal cinta dan monyet, tempat pertama kalinya aku menangis dan tertawa. Tempat pertama kalinya aku menghirup udara dunia, dan kuharap menjadi tempat terakhir kalinya aku menghirup udara dunia.Tempat yang selalu kurindukan dimanapun aku berada...
Subscribe to:
Comments (Atom)