Total Pageviews

Oct 4, 2009

My 2nd Day

Negriku dulu berkonflik dengan negara ini. Dijajah dengan waktu yang tak berapa lama, namun dengan penderitaan yang masih tersisa. Aku tak pernah bisa membayangkan lebih dari apa yang diceritakan oleh 'orang-orang dulu' dan buku pelajaran sejarah. Tapi disinilah aku kini. Merasa terasing dan kesepian awalnya. Namun sapaan hangat mereka, kesopanan mereka, dan bantuan mereka yang membuatku merasa sangat nyaman. Orang pertama yang menawarkan bantuan padaku, yang menyapaku, dan memanggilku dengan sapaan akrab, adalah mereka.

Negriku juga kurang baik hubungannya dengan negri ini. Lebih tepatnya, negri ini banyak di demo di negriku. Tentu saja karena kabijakan luar negrinya yang 'ngga asik'. Banyak melanggar peri kemanusiaan, mendiskreditkan golongan tertentu, dan mendukung pencaplokan. Tapi orang pertama yang bisa denan lancar berkomunikasi denganku, yang dengan hangat menawarkan bantuan padaku, dan care dengan kekhawatiranku menjalani kehidupan di sini adalah mereka, lebih tepatnya dia. She is a very nice person. Ngobrol dengannya membuatku merasa nyaman, tak lagi buta-tuli-bisu di negri asing.

Negriku sedang berkonflik dengan negri ini. Masalah perbatasan, kebudayaan, dan warga negara.Tiga hal pemicu memburuknya hubungan diplomatik kedua negara. Di Indonesia aku sangat geram dengan tiga masalah itu. Tapi di sini, di negri asing ini....Orang pertama yang sangat kurepotkan adalah mereka. Yang menyambutku bak teman lama adalah mereka. Yang menampungku seperti saudara adalah mereka. Yah, tak baik menggeneralisir masalah. Biarkan masa lalu menempati jamannya sendiri. Jadikan sebagai pelajaran. Dan kini, bahagia aku menjadi saudara mereka dengan alasan masing-masing.

Allah, mudahkanlah segala urusan hamba, mudahkanlah hamba beribadah, hidup sehari-hari dan berteman, serta menyelesaikan segala kewajiban hamba di sini.....amin.

No comments:

Post a Comment