Perempuan itu cukup tua, mungkin lebih dari 60 tahun. Sudah sulit berjalan. Masuk ruang tunggu dengan bantuan dua orang petugas, menggunakan kursi roda. Tujuannya adalah Korea. Hm, kalau dilihat dari penampilannya, dia sungguh kaya. Bajunya glamour dengan perhiasan yang cukup mencolok. Tapi dia sendirian... Sendirian bepergian jauh, sendirian menunggu pesawat. Mungkin dia ke bandara dengan diatar keluarganya, dan akan dijemput juga oleh keluarganya di Korea sana. Mungkin juga dia memang sendiri, diantar supir dan dijemput supir, karena anak-anaknya sibuk bekerja dan suaminya sudah meninggal dunia. Aku salut dengan kemandiriannya. Tapi aku tak ingin sendirian....
Perempuan-perempuan itu sungguh cantik, tampak pintar, berkepribadian menarik, dan berpenampilan luar biasa. Brain, beauty, behaviour yang jadi slogan miss Universe menjadi tiga hal yang mereka miliki. Dan pesawat ini adalah catwalk mereka. Bisa banyak bahasa, berwawasan luas, bisa berkunjung ke banyak negara. Mereka sunggur beruntung di dunia ini. Mungkin ada liburan beberapa minggu dalam setahun. Penghasilannya juga pasti banyak. Tapi aku tak ingin bekerja jauh dengan meninggalkan keluargaku. Aku tak mau kesepian!
Karena sekarang aku di sini. Ribuan kilometer jauhnya dari negriku, tumpah darahku. Tempat aku menaruh hatiku, permataku, dan cintaku. Tempat pertama aku mengenal Tuhan, kebenaran, perjuangan, kesabaran, kasih sayang, dan keluarga. Tempat pertama kalinya aku mengenal cinta dan monyet, tempat pertama kalinya aku menangis dan tertawa. Tempat pertama kalinya aku menghirup udara dunia, dan kuharap menjadi tempat terakhir kalinya aku menghirup udara dunia.Tempat yang selalu kurindukan dimanapun aku berada...
No comments:
Post a Comment