Berat, susah, tak sanggup, lelah, muak, ingin menyerah. Kata-kata konyol. Tapi manusiawi. Sering terngiang-ngiang dan hilir mudik di kepala saya akhir-akhir ini.
Lalu, saya melihat,
Di ujung bumi sebelah sana, ada anak-anak yang kelaparan mengais-ngais sisa nasi di tong sampah.
Di ujung bumi sebelah sana, ada anak-anak yang menggigil basah kuyup menahan dinginnya angin malam di tengah hujan, menawarkan jasa sewa payung dengan imbalan yang tak seberapa.
Di ujung bumi sebelah sana, kakek nenek renta bersusah payah menarik gerobak berisi dagangan yang tak seberapa di tengah teriknya panas, demi menjamin akan ada yang dimakan nanti malam.
Di ujung bumi sebelah sana, anak-anak cemerlang pewaris masa depan memandang nestapa rombongan anak-anak lain yang berseragam, mengintip diam-diam dari balik jendela luar kelas, memimpikan satu kata ‘sekolah’.
Di ujung bumi sebelah sana, orang-orang kehilangan harta, orang-orang tercinta, bahkan masa depan, disapu bencana dan malapetaka.
Melihat semua itu, masihkah kata-kata konyol itu tersirat di benak saya?
No comments:
Post a Comment