Total Pageviews

Dec 25, 2010

Imajiner Doa

Doa yang kupanjatkan ketika aku masih gadis: 

"Ya Allah beri aku calon suami yang baik, yang sholeh.
Beri aku suami yang dapat kujadikan imam dalam keluargaku."

Doa yang kupanjatkan ketika selesai menikah:

"Ya Allah beri aku anak yang sholeh dan sholehah, agar mereka dapat 
mendoakanku ketika nanti aku mati dan menjadi salah satu amalanku 
yang tidak pernah putus."

Doa yang kupanjatkan ketika anak-anakku lahir:

"Ya Allah beri aku kesempatan menyekolahkan mereka di sekolah Islami 
yang baik meskipun mahal, beri aku rizki untuk itu ya Allah...."

Doa yang kupanjatkan ketika anak2ku sudah mulai sekolah:

"Ya Allah..... jadikan dia murid yang baik sehingga dia dapat bermoral 
Islami, agar dia bisa khatam Al Quran pada usia muda.."

Doa yang kupanjatkan ketika anak2ku sudah beranjak remaja: 

"Ya Allah jadikan anakku bukan pengikut arus modernisasi yg 
mengkhawatirkanku. Ya Allah aku tidak ingin ia mengumbar auratnya, karena dia ibarat 
buah yang sedang ranum."

Doa yang kupanjatkan ketika anak2ku menjadi dewasa: 

"Ya Allah entengkan jodohnya, berilah jodoh yang sholeh pada mereka, 
yang bibit, bebet, bobotnya baik dan sesuai setara dengan keluarga 
kami."

Doa yang kupanjatkan ketika anakku menikah: 

"Ya Allah jangan kau putuskan tali ibu & anak ini, aku takut kehilangan 
perhatiannya dan takut kehilangan dia karena dia akan ikut suaminya." 

Doa yang kupanjatkan ketika anakku akan melahirkan:

"Ya Allah mudah-mudahan cucuku lahir dengan selamat. Aku inginkan nama 
pemberianku pada cucuku, karena aku ingin memanjangkan teritoria 
wibawaku sebagai ibu dari ibunya cucuku." 

Ketika kupanjatkan doa-doa itu, aku membayangkan Allah tersenyum dan berkata..... 

"Engkau ingin suami yang baik dan sholeh sudahkah engkau sendiri baik 
dan sholehah? 
Engkau ingin suamimu jadi imam, akankah engkau jadi makmum yang baik?" 

"Engkau ingin anak yang sholehah, sudahkah itu ada padamu dan pada 
suamimu. Jangan egois begitu...... masak engkau ingin anak yang 
sholehah hanya karena engkau ingin mereka mendoakanmu. ....
tentu mereka menjadi sholehah utama karena-Ku, karena aturan yang
mereka ikuti haruslah aturan-Ku." 

"Engkau ingin menyekolahkan anakmu di sekolah Islam, karena apa?...... 
prestige? ........ atau....mode? .....atau engkau tidak mau direpotkan 
dengan mendidik Islam padanya? engkau juga harus belajar, engkau juga 
harus bermoral Islami, engkau juga harus membaca Al Quran dan berusaha 
mengkhatamkannya. " 

"Bagaimana engkau dapat menahan anakmu tidak menebarkan pesonanya dengan 
mengumbar aurat, kalau engkau sebagai ibunya jengah untuk menutup aurat? 
Sementara engkau tahu Aku wajibkan itu untuk keselamatan dan kehormatan 
umat-Ku." 

"Engkau bicara bibit, bebet, bobot untuk calon menantumu, seolah engkau 
tidak percaya ayat 3 & 26 surat An Nuur dalam Al Quran-Ku. Percayalah 
kalau anakmu adalah anak yang sholihah maka yang sepadanlah yang dia 
akan dapatkan." 

"Engkau hanya mengandung, melahirkan dan menyusui anakmu. Aku yang 
memiliki dia saja, Aku bebaskan dia dengan kehendaknya. Aku tetap 
mencintainya, meskipun dia berpaling dari-Ku, bahkan ketika dia 
melupakan-Ku. Aku tetap mencintainya. .. " 

"Anakmu adalah amanahmu, cucumu adalah amanah dari anakmu, berilah 
kebebasan untuk melepaskan busur anak panahnya sendiri yang menjadi 
amanahnya."

Lantas...... aku malu...... dengan imajinasi do'a-ku sendiri.... 
Aku malu akan tuntutanku kepada-NYA.. . ..... 

Maafkan aku ya Allah...... 

oleh: Ratih Sanggarwati

No comments:

Post a Comment