Total Pageviews

Dec 25, 2010

Lautan Bintang Kita

Langit yang kupandang malam ini pasti tak sama dengan langit yang kau pandang. Langit yang kita pandang setiap malam. Dulu. Karena langit ini tak penuh bintang. Tak seperti langit yang kita pandang dulu. Nyaris setiap malam. Berdua saja.

Ketika aku merajuk tak mau tidur juga meski telah larut. Lalu kau menggendongku keluar. Meski lelah tampak jelas di matamu setelah seharian bekerja.Dengan senyuman kau menimangku dalam hangatnya pelukanmu. Sambil mendendangkan sebuah lagu. Lagu yang masih sangat kuingat meski berpuluh tahun telah berlalu. Lalu kau menunjuk ke langit. Menunjuk ke lautan bintang. Dan kita memandang lautan bintang itu. Berdua saja.

Saat aku mulai suka membaca buku-buku tentang bintang, dan mulai banyak bertanya. Kau perkenalkan satu rasi bintang di selatan. Rasi bintang yang menjadi penunjuk arah para pelaut yang tersesat, petualang yang tersasar. Rasi bintang yang telah dikenal berabad-abad, dan yang paling kuingat seumur hidupku. Karena itu penunjuk arahku kepadamu. Ke tempat pulangku. Di selatan.

Saat aku beranjak dewasa, meski tak sesering dulu, sesekali kita masih memandang lautan bintang di langit itu. Sambil sekedar berjalan dan membicarakan hal-hal ringan. Membicarakan masa lalu, saat itu, dan masa depan. Masih dibawah langit dengan lautan bintang itu.

Aku merindumu sangat. Dengan jumlah rindu melebihi jumlah bintang di langitku malam ini. Aku mencintaimu sangat. Dengan cinta seperti cahaya bintang itu. Cahaya yang sampai padamu, meski bintang itu tak lagi di sampingmu.

Bintang yang hanya satu dua muncul malam ini, tolong titip rindu dan cintaku untuknya. Untuknya yang setiap saat memelukku lewat doa. Doa yang terucap dengan linangan air mata di sepertiga malamnya. Doa yang hanya menjadi rahasianya dan Sang Pengabul Doa. Doa yang selalu memelukku hangat, menguatkan, meneguhkan, dan melingkupiku dengan cintanya. Tolong, sampaikan rindu dan cintaku pada perempuan mulia yang paling kuhormati dan kucintai di dunia ini. Perempuan hebat bernama 'IBUK'.

100807- Ketika memandang langit di matsuri di Okuwa.

No comments:

Post a Comment