Total Pageviews

Jan 24, 2010

Titip Cintaku ya, Awan....


Awan, enakkah melayang di angkasa sana? Pasti enak, bisa berkeliling dunia. Gratis lagi... Pasti indah menatap dunia dari angkasa, tanpa merasa acro-phobia lagi...



Aku iri padamu awan. Bukan karena kau bisa keliling dunia, bukan karena kau bisa melayang di angkasa. Aku iri padamu karena dirimu bisa pergi kemana saja, termasuk ke tempat cintaku kini berada. Sementara aku di sini, cukup puas hanya mendengar suaranya seminggu sekali, memandang fotonya setiap hari, membayangkan wajahnya setiap saat. Tapi aku tak bisa berjumpa dengannya, memeluknya, menikmati kasih sayang di matanya, mendengarkan cerita-ceritanya....aku sungguh iri padamu...



Tahukah kamu awan, cintaku itu sosok istimewa. Dialah yang mengajariku tentang cinta, sejak pertama kali aku melihat dunia, bahkan jauh sebelumnya. 9 bulan aku berada dalam kehangatan tubuhnya, selama itu aku menjadi bebannya. Kemana-mana aku selalu dibawanya. Aku yang menyebabkan dia mual di tiap paginya, aku yang menyebabkan dia kehilangan selera makannya, aku yang menyebabkan bengkak-bengkak di kakinya, aku yang menyebabkan dia tak bisa nyenyak di tidur malamnya. Tapi tahukah engkau, selama 9 bulan itu dia selalu mengelus2 perutnya, tempatku berada, sambil tak henti-hentinya matanya memancarkan rasa bahagia. Selama itu dia tak henti-hentinya melantunkan do'a, dan pengharapan besar untukku. Selama itu tak henti-hentinya dia mengucapkan kata cinta untukku. Hebat bukan cintaku itu?



Demi memperlihatkan dunia kepadaku, dia rela mempertaruhkan nyawanya. Prosesku keluar dari perutnya bisa dibilang proses yang tak biasa, setelah diinduksipun, aku tak kunjung mau keluar. Kurasa mungkin karena di dalam perutnya adalah tempat teraman dan ternyaman untukku. Tempat aku bisa menikmati terus cintanya, memonopolinya, hanya untukku. Dan gara-gara kebandelanku, akhirnya, aku harus dikeluarkan dengan sebuah alat bernama forcep. Aku tak bisa membayangkan rasa sakit yang harus diderita cintaku. Tak bisa....Maafkan aku cinta, harus membuatmu menderita...



Ketika lahirpun, aku harus membuatnya khawatir, dengan vonis kemungkinan adanya masalah dengan syarafku, dan membuatku harus kontrol ke dokter syaraf setiap bulannya, dengan obat seharga ratusan ribu setiap bulannya (di tahun 80-an, ratusan ribu mungkin setara dengan jutaan saat ini), atau aku akan menderita keterbelakangan mental. Padahal dengan kondisi yang sangat terbatas, itu sangat berat pastinya. Tapi cintaku tak menyerah, apapun diusahakannya demi aku. Meski masa terapi yang seharusnya berjalan 2 tahun hanya sanggup dilalui 3 bulan, tapi itu sudah usaha luar biasa dari cintaku, demi yang terbaik buatku. Dan Yang Maha Cinta, mendengarkan lantunan cinta dari cintaku untukku, yang tak pernah lelah mengalun dari bibirnya di setiap sepertiga malamnya. Meski dokter menyatakan kemungkinanku mengalami keterbelakangan mental, cintanya telah membuatku sehat, fisik dan mental, walau tanpa obat seharga ratusan ribu itu. Cintanyalah obatku, cintanyalah yang menyehatkanku, cintanyalah yang selalu mengalir di nadiku. Cintanyalah yang membuat semua yang tak masuk akal menjadi begitu sederhana dan mudahnya dipahami. Cinta dari cintaku memang ajaib ya? Satu-satunya keajaiban di muka bumi ini, memang hanya cintaku...



Dulu, saat aku masih kecil, cintaku sering menyanyikan lagu untukku. Dulu aku tak mengerti apa artinya, tapi kini aku mengerti, bahwa lagu itu tak sekedar lagu, tapi do'a yang luar biasa untukku,,, "Anakku cah ayu yo nduk, isih cilik tak kudang-kudang. Dadio wong kang utomo, tumrape nuso lan bongso" Hampir di setiap malam, lantunan lagu itu selalu mengantarku menjemput mimpi. Dan aku yakin pasti, lagu itu pula yang mengantarku menjemput mimpi-mimpiku kini....



Lalu, setiap aku sakit, cintaku selalu bertanya padaku dengan lagu juga, "Anakku cah ayu, opomu sing lara nduk?" Dan segera aku menjawab, "Guluku Buk," sesuai dengan benda yang kuinginkan untuk dibelikan. Cintaku akan berkata, "Yo wes, mengko tak tukokne kalung," jawaban yang sesuai dengan apa yang aku ucapkan.
Tahukah kamu awan, dulu aku selalu menganggap serius apa yang dikatakan cintaku. Aku berpikir bahwa pasti nanti aku akan dibelikan kalung setelah sembuh. Karenanya segera aku makan banyak, minum obat, dan istirahat. Agar segera sembuh. Lalu, akan segera mendapatkan yang aku inginkan. Setiap aku sakit, dialog itu selalu terulang, dengan jawaban berbeda-beda sesuai dengan benda apa yang aku inginkan saat itu. Dan selalu dengan cepatnya aku sembuh. Meski akhirnya aku tahu bahwa itu tak serius, bahwa cintaku tak punya cukup uang untuk memenuhi harapanku, entah kenapa tapi aku tak pernah kecewa, bahkan meski hal itu terjadi berulang-ulang. Dan cintaku selalu menanyakan pertanyaan yang sama, dan aku selalu antusias menjawabnya, meski akhirnya itu hanya berakhir sebagai lagu. Tapi sekali lagi terbukti, cinta dari cintakulah yang menyembuhkanku. Memang ajaib...


Saat aku 3 tahun, aku juga membuatnya sekali lagi khawatir, gara-gara penyakit paru-paru, dan sering "dengan seenaknya" pingsan. Berobat jalan lagi, merepotkannya lagi, membuatnya sedih lagi, membuatnya khawatir lagi....





Masih banyak cerita yang ingin kuceritakan padamu awan, tentang cintaku. Karena kini aku merindukannya sangat. Tapi pasti kau harus segera pergi, menunaikan tugasmu di muka bumi ini....Berjanjilah, untuk menyampaikan cinta dan rinduku yang sangat ini padanya, dan berjanjilah, untuk mendengarkan ceritaku lagi, lain kali, tentang dia, cintaku,,,,


Ja, mata ne,,,

Jan 23, 2010

Surat Cinta Untuk Lelaki Gagahku

Lelaki gagahku, apa kabarmu? Sehatkah dirimu di sana? Baik-baik sajakah?
Sudah hampir dua tahun kita tak berjumpa. Dua lebaran kulewatkan tanpamu. Terakhir kali kita bercakap-cakap di telpon, di satu pagi saat aku sedang berada di kampus. Meski setengah tak sadar, engkau masih menyebut namaku, dengan sepenuh cintamu. Padahal aku tak pantas mendapatkan cinta sebesar itu darimu.....

Maafkan aku, sering mengabaikanmu. Maafkan aku, tak pernah menyadari besarnya cintamu. Maafkan aku tak pernah membalas perasaanmu. Maafkan aku, banyak mengecewakanmu. Maafkan aku terus-menerus menyakitimu. Maafkan aku karena tak pernah meminta maaf padamu. Padahal dengan kesalahanku yang tak terkira banyaknya.....Di atas semua itu, maafkan aku,,,tak pernah bisa membanggakanmu, tak pernah berhasil membahagiakanmu, tak pernah mampu menunaikan baktiku....Bahkan di saat-saat terakhirmu, aku tak disampingmu untuk merawatmu,,,,masa-masa yang kusesali seumur hidupku, perasaan bersalah yang terus menghantuiku,,,,

Menyesal adalah perbuatan paling bodoh di dunia, tapi aku terus menerus melakukan perbuatan bodoh itu. Kenapa justru ketika kau tak lagi di sisiku, aku ingin bercerita banyak padamu? Kenapa ketika kau tak lagi di sampingku aku ingin sekali memelukmu? Kenapa ketika mustahil untuk kita bertemu aku ingin sekali memijitimu, mendengar ceritamu tentang perang kemerdekaan, tentang tokoh-tokoh wayang, tentang kisah mahabarata?Kenapa? Kenapa ketika semuanya terlambat, aku baru menyadarinya?

Menyadari tatapan lembutmu padaku. Meski tanpa kata, menyiratkan rasa cinta yang luar biasa besarnya. Aku masih ingat sekali, ketika engkau tersenyum bahagia, sambil menatapku dengan penuh bangga saat diberitakan aku diterima di sebuah perguruan tinggi ternama. Padahal engkau yang hanya lulusan sekolah cap jago tak pernah tau apa itu kuliah, apa itu universitas, apa bedanya dengan SMA, sekolah tinggi, akademi. Tatapan bangga dan senyum bahagia itu masih lekat diingatanku. Seakan bagimu, apa yang bisa membuatku bahagia, itu juga yang membuatmu bahagia. Seakan apapun yang aku lakukan, itulah yang membuatmu bangga.

Aku juga masih ingat, saat aku gagal di SPMB pertamaku. Kau tak mengucapkan apapun, tak memberikan penghiburan apapun. Hanya duduk di sampingku, menyibukkan diri membaca koran. Tapi tahukan engkau, aku merasa dirimulah yang paling mengerti bagaimana memperlakukanku di saat-saat terpurukku. Meski tanpa kata-kata, aku merasa dirimu memelukku, erat, hangat, seakan menguatkanku dan berkata "Ini bukan akhir segalanya, justru inilah awal dari semuanya. Kuatlah, yang akan kau hadapi akan jauh lebih berat dari ini"

Aku juga ingat, amarah yang menyala di matamu saat tahu aku terlambat menunaikan sholat ashar karena sibuk bermain. Aku masih kelas 5 SD, aku sangat ingat. Kau ambil ikat pinggangmu, dan kau sabetkan ke tubuhku, pelan, sangat pelan. Tak cukup untuk membuatku merasakan lecutannya. Tapi yang terlecut adalah hatiku, egoku, akal sehatku. Saat itu aku belum mengerti besarnya tanggung jawabmu mendidikku, aku belum mengerti besarnya tanggung jawabku sebagai seorang muslim. Aku marah. Sangat marah padamu. Aku tak menegurmu berhari-hari. Kau tampak sedih, aku tau itu. Tapi justru kesedihanmu membuatku merasa menang.

Aku ingat ketika hampir tiap sepertiga malam kau isi dengan tangisan. Tangisan dalam setiap sujud panjangmu. Disela-selanya, kudengar kau mendoakan kami, mendoakan aku. Do'a yang menghiba, terlantun dengan penuh cinta. Nyaris tak pernah lewat satu malampun tanpa lantunan do'a itu. Do'a yang membawaku menyusuri jalan takdirNya. Yang menghiburku kala aku merasa sedih, yang menguatkanku saat aku lemah, yang menemaniku saat aku kesepian, yang menopangku saat aku jatuh, yang menabahkanku saat aku putus asa, yang membuatku berani bermimpi, berani berlari.

Maafkan aku, tak pernah mengatakannya. Bahwa aku, sangat mencintaimu,,,,sangat,,,,sangat,,,mencintaimu,,,
Kau lah lelaki gagahku, satu-satunya, takkan terganti. Maaf jika bukti cintaku masih belum bisa terkirim sempurna. Aku akan berusaha mengirimkannya, dengan sesempurnanya cintaku,,,

Aku selalu merindukanmu lelaki gagahku, rindu yang kutitipkan pada do'a-do'aku untukmu. Meski belum sempurna, aku akan berusaha untuk menyempurnakannya. Sebaik yang aku bisa....sebagai gadis kecilmu...I love you Bapak....

ドーミー金沢1112、21.33

Ini Bukan Kegagalan

Ini bukan kegagalan
Ini hanya cara Tuhan menunjukkan cintaNya
Agar kita mengerti cara yang benar menemukan jawaban

Ini bukan kesulitan
Ini hanya cara Tuhan menunjukkan kasihNya
Agar kita menjadi lebih cerdik memecahkan persoalan

Ini bukan penderitaan
Ini hanya cara Tuhan menunjukkan sayangNya
Agar kita lebih sabar saat berada di bawah, dan syukur ketika di atas

Ini bukan jatuh
Ini hanya cara Tuhan menunjukkan perhatianNya
Agar kita tahu rasanya jatuh, dan tahu caranya bangun

Awalnya memang sakit, berat, tak nyaman, inginnya semua ini dihentikan saja. Tapi, Dia Maha Tahu apa yang kita butuhkan, bukan menuruti apa yang kita inginkan. Dan bukankah intan tak muncul begitu saja dimuka bumi tanpa melalui proses berat di perut bumi? Dan bukankah Kupu-kupu tak terlahir indah begitu saja tanpa melalui masa berat sebagai kepompong? Dan bukankah cangkir indah takkan tercipta begitu saja tanpa ditempa panasnya bara api?

Lewat proses yang berat itulah intan menjadi berbeda dengan arang. Lewat puasa sebulanlah ulat yang banyak membuat jiijk orang bisa menjadi kupu-kupu cantik yang dikagumi. Lewat panasnya tungkulah yang bisa mengubah tanah liat menjadi cangkir indah berharga mahal.
Ini adalah kesempatan, yang diberikan Allah untuk membuat kita menjadi kuat, tangguh, dan istimewa. Dia tak ingin kita sekedar menjadi biasa-biasa saja....

*dari seorang kawan dan saudara, terima kasih atas inspirasinya....

Jan 17, 2010

花のまち

バンドン

私が生まれたのはバンドンではないが、大学で薬学を勉強するために、そこに4年間住んでいた。バンドンは涼しくて緑が多くてのんびりした都市だと思う。その都市は「花の都市」と「パリスヴァンジャヴァ」と言われることがある。

バンドンは西ジャワ州にあって、人口は約25万人で、広さは167平方キロメートルだ。バンドンは二番目に広い大都市で、インドネシアで、4番目に人気がある都市で、それにアジアの中でもっとも人口密度の高い都市の一つだ。バンドンの海抜は786メートルだので、一年中温度がインドネシアの他の都市より低くて、湿気が多い都市に分類される。一年中平均気温は23、6度でインドネシアの他の所と同じように梅雨時が11月から4月までだ。バンドンは盆地に位置して火山群に囲まれているので自然が町を守っている。

バンドンには歴史的な物がたくさんある。たとえば1955年に最初のアジアーアフリカ会議はここで有った。その会議はバンドン会議と言うこともあって、アジアとアフリカの国家元首が29人参加して、最初の有色人種の国の会議だ。その会議がメルデカビルでやったので、そのビルはとても有名だ。メルデカをはじめ、バンドンのいろいろなビルはインドネシアでとても有名だ。そのビルはインドネシア式と西洋式が組み合わせてあって、きれいだと思う。

バンドンの大学について説明する。バンドンには私立学校と国立学校が何百もあって、少なくても大学が16と短大が45ある。バンドン工業大学は1920年に設立させて、インドネシアの最古の名門大学になってきた。バンドンの北部にはボスか天文台がある。その天文台はインドネシアの唯一の天文台で、1923年から1929年までに建てられた。1959年にその天文台はバンドン工業大学の天文学部門に入れられた。

インドネシアにはたくさんの民族がいる。スンダ族はバンドンの多数派の民族だが、ジャワ族やバタク族もいる。サウングマングウジョと言う場所にはいろいろなスンダ族の物がある。そこではほぼ毎日アンクルンのコンサートが子供たちによって行われている。アンクルンは竹で作った楽器で、とても有名だ。アンクルンのコンサートばかりでなく、いろいろなスンダのダンスもやっている。そこでは伝統的な雰囲気を楽しむことができる。

自然の景観がきれいな場所はバンドンにたくさんある。イチゴ園ではイチゴが赤く熟したら自分で取ることができる。そこでフレッシュイチゴジュースとかイチゴジャムとかが買える。それから白いクレーターでは火口湖の水の色が変わるのが見られる。日光はその火口の水色を変える。だから火口の水が乳白色から緑青色まで変わって、すごくきれいだと思う。他の有名な所はタンクバンパラウと言う山だ。タンクバンパラウは転覆した船と言う意味だ。その山は転覆した船のように見えるので、スンダ語でタンクバンパラウと言っている。その山にはとても有名な昔話がある。その昔話はお母さんを愛している息子の話だ。

バンドンはインドネシアのファッションセンター言われている。いろいろな服がそこで売られている。その服はきれいだし、ファッショナブルだし、安いし、それでバンドンへ買い物しに来る客が多い。

バンドンにはいろいろな料理もがあって、とてもおいしい。そこでほぼすべてのインドネシア料理が楽しめる。インドネシアの民族の伝統的な料理をはじめ、日本料理や西洋料理もそこで食べることができる。道端の屋台にはおいしくて、安くて、さまざまな料理を売られる。バンドンへ行けば、歴史的な所やおいしい食べ物などが楽しめる。バンドンはとてもいい所だ。皆さん是非バンドンへいらしてください。

Jan 2, 2010

Bandung, Parijs van Java

Bandung is not the place I was born, but I had spent more than my 4-years-college-time here to learn pharmacy in one of the Institute in Bandung. This place was a cold, comfort, and green city, known as Flower City. Netherlands even called it Parisj van Java.

Bandung is located in Jawa Island, West Java Province, with the large more than 167 km2 and total population 2.510.982 people. It is 2nd largest metropolitan area, 4th most popular city in Indonesia, and one of the most densely populated cities in Asia. Bandung is elevated 786 m above sea level, and has relatively year-around cooler temperature than most other cities in Indonesia and can be classified as humid. The average temperature is 23,6 C throughout the year, with the wet season starts from November and will be ended on April, just like the other cities in Indonesia. The city lies on the river basin and surrounded by volcanic mountain, which provides the city with a good natural defense system. The Bandung basin is an important source of water for drinking water, irrigation, and fisheries. Long term volcanic activity has created fertile andisol soil in the north part of Bandung, suitable for intensive rice, fruit, tobacco, tea, and coffee plantation.

Bandung has so many historical event, with the most famous is the first Asian-African Conference. It was held in 1955, which also known as Bandung Conference. It attended by head of states representing 29 countries and colonies from Asia and Africa. The conference venue was at Gedung Merdeka, which announced 10 points of declaration on world peace promotion and opposition against colonialism, known as Declaration of Bandung, which followed by wave of nationalism movements around the world and remapped world politics. This conference was also the first international conference of people of color in the history of mankind.

Beside Gedung Merdeka, there are many other historical architecture in Bandung. For example Gedung Sate, the center of governance in Bandung, Gedung Bank Indonesia, Aula Barat and Aula Timur of Bandung Institute of Technology, which mixed Western style and Sundanese style.

There are hundreds of public and private schools in Bandung, and at least 16 universities and 45 professional schools. Education from social sciences, technology, until tourism education can be found in one of those universities. Established at 1920, Bandung Institute of Technology is the oldest and one Indonesia's prestigious technical university. In the north of Bandung, there is the one and only observatory in Indonesia, Bosscha Observatory. It was built at 1923, and completed at 1928. In 1959, the observatory was included as part of the Astronomy department of Bandung Institute of Technology.

Most of Bandung population are Sundanese descent, but there are many other ethnics living here too, such as Javanese, Batak, Padang, etc. Here, a cultural atmosphere can be experienced. There is a famous place called Saung Mang Udjo, where Sundanese traditional bamboo musical concert performed by a small group of children with colorful and beautiful dances can be found. This traditional bamboo instrument, called Angklung, was made of parallel bamboo tubes tuned to specific frequences with a hammer and is shaken to produce certain tones.

To enjoy natural scenery, there are many places can be found. Ciwidey for example, has an exotic White Crater and fresh cold mountain. White Crater looks like a lake surrounded by mountains with the warm and sulphur contained water, and the sun's ray frequently change the color of water from milky into bluish green. Ciwidey also has forest and tea plantation, which offer an opportunity for natural adventure. Along the Ciwidey road, there is a Strawberry plantation where visitor can pick the fresh and ripe strawberry, and buy strawberry jam and syrup as well. Another beautiful and famous natural scenery in Bandung is Tangkuban Perahu mount. It is a volcano which has distinctive shape, like an upside-down boat. There is a folk tale about Tangkuban Perahu, where a son fell in love with his own mother and wanted to married her. To prevent the marriage, the mother asked her son to make a big boat only in one night. Because of failed to fulfill his mother request, the son got mad and kicked his unfinished boat, resulting in the creation of Tangkuban Perahu. However, it's just a folk tale.

Bandung also famous of fashion and culinary. There are many factory outlets, boutiques, stores, and even a one day market which sell fashionable clothes for everyone, from a little babies up to an old man, with various and up to date model and price. Bandung, as the center of fashion of Indonesia, provides international branded clothes as well as local product clothes, which price from less than 1 US$ up to more than hundreds dollar. Many people from surrounding area such as Jakarta, until foreign tourists from Malaysia, enjoy their weekend here just to do shopping.

It is right that Bandung is a paradise for culinary destination. Many foods from all parts of Indonesia can be found here. Sundanese, Javanese, Padang, Chinese, Japanese, and even Western food can easily be found on almost along roads of Bandung. Visitors can choose which kind of food they like, from the first class restaurant, family restaurant, until roadside vendors. There also many roadside vendors which sell foreign food such as Japanese and European food with an incredibly cheap price. Don't worry about the taste, it is not less than restaurant food taste, with more reachable price of course.

source :
www.wikipedia.org
www.visitbandung.net
www.indonesiatourism.com

Jan 1, 2010

I don't Need to Hurry,,,

When thinking about my future, I don't need to decide what I want to be hurriedly. There is still much time. I want to experience as much as possible, enjoy every single moment in my life, do my best in everything, then someday, I can decide which one the best is without any regret.

That was I thought yesterday, in the last minute of 2009. I remembered about the interview with my Professor last year in January. He asked me what I want to be in the future. I answered, I still don't know yet, I just want to experience many things before decide about that matter. Then several days ago, Associate Professor of my lab asked me the same question, and I answered the same.

Maybe some people think that I have no plan for my future. It looks like I just go with the flow. It's not 100 percent wrong or 100 percent right as well. I just don't want to regret anything in my life. I am an easy-to-feel-tired-of-something-person, so I want to think about that such important thing clearly, slowly, seriously. Then I can decide it without any regret, someday.

Whatever I will be, I just want to be a useful, responsible, dedicated, and consistent person. It doesn't matter whether become a pharmacist, an employee, an entrepreneur, a lecturer, a researcher, as long as I love and enjoy it, and can give something useful for humankind. Because "The best of you is the most useful for others" (HR. Bukhari, Muslim)