Total Pageviews

Jan 23, 2010

Surat Cinta Untuk Lelaki Gagahku

Lelaki gagahku, apa kabarmu? Sehatkah dirimu di sana? Baik-baik sajakah?
Sudah hampir dua tahun kita tak berjumpa. Dua lebaran kulewatkan tanpamu. Terakhir kali kita bercakap-cakap di telpon, di satu pagi saat aku sedang berada di kampus. Meski setengah tak sadar, engkau masih menyebut namaku, dengan sepenuh cintamu. Padahal aku tak pantas mendapatkan cinta sebesar itu darimu.....

Maafkan aku, sering mengabaikanmu. Maafkan aku, tak pernah menyadari besarnya cintamu. Maafkan aku tak pernah membalas perasaanmu. Maafkan aku, banyak mengecewakanmu. Maafkan aku terus-menerus menyakitimu. Maafkan aku karena tak pernah meminta maaf padamu. Padahal dengan kesalahanku yang tak terkira banyaknya.....Di atas semua itu, maafkan aku,,,tak pernah bisa membanggakanmu, tak pernah berhasil membahagiakanmu, tak pernah mampu menunaikan baktiku....Bahkan di saat-saat terakhirmu, aku tak disampingmu untuk merawatmu,,,,masa-masa yang kusesali seumur hidupku, perasaan bersalah yang terus menghantuiku,,,,

Menyesal adalah perbuatan paling bodoh di dunia, tapi aku terus menerus melakukan perbuatan bodoh itu. Kenapa justru ketika kau tak lagi di sisiku, aku ingin bercerita banyak padamu? Kenapa ketika kau tak lagi di sampingku aku ingin sekali memelukmu? Kenapa ketika mustahil untuk kita bertemu aku ingin sekali memijitimu, mendengar ceritamu tentang perang kemerdekaan, tentang tokoh-tokoh wayang, tentang kisah mahabarata?Kenapa? Kenapa ketika semuanya terlambat, aku baru menyadarinya?

Menyadari tatapan lembutmu padaku. Meski tanpa kata, menyiratkan rasa cinta yang luar biasa besarnya. Aku masih ingat sekali, ketika engkau tersenyum bahagia, sambil menatapku dengan penuh bangga saat diberitakan aku diterima di sebuah perguruan tinggi ternama. Padahal engkau yang hanya lulusan sekolah cap jago tak pernah tau apa itu kuliah, apa itu universitas, apa bedanya dengan SMA, sekolah tinggi, akademi. Tatapan bangga dan senyum bahagia itu masih lekat diingatanku. Seakan bagimu, apa yang bisa membuatku bahagia, itu juga yang membuatmu bahagia. Seakan apapun yang aku lakukan, itulah yang membuatmu bangga.

Aku juga masih ingat, saat aku gagal di SPMB pertamaku. Kau tak mengucapkan apapun, tak memberikan penghiburan apapun. Hanya duduk di sampingku, menyibukkan diri membaca koran. Tapi tahukan engkau, aku merasa dirimulah yang paling mengerti bagaimana memperlakukanku di saat-saat terpurukku. Meski tanpa kata-kata, aku merasa dirimu memelukku, erat, hangat, seakan menguatkanku dan berkata "Ini bukan akhir segalanya, justru inilah awal dari semuanya. Kuatlah, yang akan kau hadapi akan jauh lebih berat dari ini"

Aku juga ingat, amarah yang menyala di matamu saat tahu aku terlambat menunaikan sholat ashar karena sibuk bermain. Aku masih kelas 5 SD, aku sangat ingat. Kau ambil ikat pinggangmu, dan kau sabetkan ke tubuhku, pelan, sangat pelan. Tak cukup untuk membuatku merasakan lecutannya. Tapi yang terlecut adalah hatiku, egoku, akal sehatku. Saat itu aku belum mengerti besarnya tanggung jawabmu mendidikku, aku belum mengerti besarnya tanggung jawabku sebagai seorang muslim. Aku marah. Sangat marah padamu. Aku tak menegurmu berhari-hari. Kau tampak sedih, aku tau itu. Tapi justru kesedihanmu membuatku merasa menang.

Aku ingat ketika hampir tiap sepertiga malam kau isi dengan tangisan. Tangisan dalam setiap sujud panjangmu. Disela-selanya, kudengar kau mendoakan kami, mendoakan aku. Do'a yang menghiba, terlantun dengan penuh cinta. Nyaris tak pernah lewat satu malampun tanpa lantunan do'a itu. Do'a yang membawaku menyusuri jalan takdirNya. Yang menghiburku kala aku merasa sedih, yang menguatkanku saat aku lemah, yang menemaniku saat aku kesepian, yang menopangku saat aku jatuh, yang menabahkanku saat aku putus asa, yang membuatku berani bermimpi, berani berlari.

Maafkan aku, tak pernah mengatakannya. Bahwa aku, sangat mencintaimu,,,,sangat,,,,sangat,,,mencintaimu,,,
Kau lah lelaki gagahku, satu-satunya, takkan terganti. Maaf jika bukti cintaku masih belum bisa terkirim sempurna. Aku akan berusaha mengirimkannya, dengan sesempurnanya cintaku,,,

Aku selalu merindukanmu lelaki gagahku, rindu yang kutitipkan pada do'a-do'aku untukmu. Meski belum sempurna, aku akan berusaha untuk menyempurnakannya. Sebaik yang aku bisa....sebagai gadis kecilmu...I love you Bapak....

ドーミー金沢1112、21.33

No comments:

Post a Comment