Halal haramnya makanan dan minuman yang masuk ke dalam tubuh kita, yang sari-sarinya akan mengalir ke seluruh tubuh kita lewat darah,,,,betapa tak jarang saya tak terlalu ambil pusing terhadapnya. Saya ingat ketika masih di Indonesia, tak pernah saya bertanya kepada penjualnya apakah ayam goreng yang saya beli tadi disembelih dengan menyebut asma Allah, apakah sate yang saya pesan tadi benar-benar halal, apakah...apakah...
Terlalu nyaman nampaknya saya hidup di negeri dengan penduduk muslim terbesar di dunia itu, sehingga merasa terlalu aman tanpa prasangka ketika berurusan dengan makanan. Sekarang, ketika saya berada di tempat yang tak mengenal agama, terasa sekali bahwa untuk sekedar urusan makan saja bisa menjadi urusan yang meruwetkan pikiran. Di tempat tinggal saya sampai beberapa bulan ke depan ini, mau tak mau saya harus makan di kantin yang telah disediakan. Meski dari awal saya telah mengkomunikasikan apa-apa yang bisa saya makan dan apa-apa yang tak boleh saya makan, nampaknya emak-emak koki di sini tak sepenuhnya mengerti. Tak jarang dulu sajian yang telah disediakan di piring-piring, masih ada daging babinya. Dan ketika saya pesan, dengan entengnya mereka memindahkan daging babinya dan memberikan piring itu untuk saya....what?! saya hanya bisa merespon dengan bengong dan pasrah menerima piring itu, dengan tidak menyentuh makanan dan bagian piring 'bekas babi' tadi...
Belum lagi soal tetek bengek food additive yang tak jelas asal usulnya, yang terdapat di hampir semua makanan. Emulsifier, lemak, bahkan ragi pun tak luput dari serpihan-serpihan barang haram... Lebih menyedihkan lagi saat-saat belanja di sini menjadi saat-saat yang melelahkan dan menyengsarakan bagi saya. Jauh sekali dari waktu dulu masih di tanah air, saat belanja adalah saat paling membahagiakan tentunya buat pada wanita.... Menyengsarakan karena saya menjadi orang yang buta huruf di sini. Semua komposisi makanan dan minuman tertulis di kemasan dalam untaian benang-benang kusut. Kalaupun saya bisa membacanya, harus menelan kenyataan lebih pahit lagi bahwa saya tak mengerti apa artinya...T.T
Saya harus lebih aware lagi soal apa-apa yang masuk ke dalam perut saya...dan tak lupa untuk selalu meminta penjagaanNya dalam setiap detik hidup saya, termasuk penjagaan dari makanan dan minuman yang tak halal....karena tak jarang itulah yang mempermudah setan menjerumuskan...
No comments:
Post a Comment